🌑 Kutipan Makalah Tersebut Merupakan Bagian
Pembahasan Kutipan Ulasan Film Tersebut Merupakan Bagian Teks ulasan adalah teks yang berisi tinjauan dan penilaian suatu karya berupa film, buku, karya sastra, dan lain sebagainya. Teks ulasan dibuat agar pembaca mendapat informasi yang menyeluruh mengenai suatu karya, baik kelebihan maupun kekurangannya.
Katapengantar merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah tulisan, baik itu dalam buku, skripsi, tesis, makalah, proposal, serta karya tulis ilmiah lainnya.. makalah merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah. Dimana pada makalah tersebut ada permasalahan yang dibahas dengan baik dan formal..
Kutipandari makalah ilmiah yang belum diterbitkan atau belum dipublikasikan seperti. Catatan kaki merupakan daftar keterangan khusus yang biasanya berupa rujukan atau sumber dituliskan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab. Makalah kutipan daftar pustaka catatan kaki. Semoga dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.
11 Latar Belakang. Puji dan syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya lah kami dari kelompok 6 dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Kutipan dan Abstrak dan Daftar Pustaka" ini. Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menjelaskan tentang kutipan dan daftar pustaka yang ada dalam bahasa Indonesia yang kita
Jikakutitpan merupakan kutipan pertama atau kutipan langsung dari penulisanya, maka kutipan tersebut mennggunakan "dua tanda petik". Contoh: Mulyani Sumaryani (2007 : 27) menjelaskan "pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal."
PembahasanKutipan karya ilmiah tersebut merupakan bagian latar belakang masalah. Latar belakang merupakan penjelasan dalam bentuk uraian paragraf yang berisi alasan mengapa sebuah karya tulis dibuat. Kutipan tersebut memuat alasan penulis untuk melakukan penelitian. Jadi, Kutipan karya ilmiah tersebut merupakan bagian latar belakang masalah.
Kutipanmerupakan salah satu hal yang sangat esensi dalam penulisan karya ilmiah.Dalam penulisan kutipan ada aturan main yang harus diikuti oleh setiap penulis karya ilmiah tanpa kecuali.Dengan menggunakan kutipan, seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.Di
Darihadits tersebut kita paham memang ada perawi yang sekedar menghafal saja tanpa memahami hadits yang dihafalnya. Pada "Sanad merupakan bagian dari agama, MAKALAH : Tidaklah mereka dapat mengenal Allah dengan sebenar keagungan-Nya; 2261. MAKALAH : Waspadalah terhadap ulama seperti Dzul Khuwaishirah at Tamim an Najdi
Nah itu tadi merupakan 2 jenis kutipan yang paling sering digunakan dalam membuat karya tulis. Namun, selain kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, ada beberapa jenis kutipan lain yang juga banyak digunakan. Jenis kutipan tersebut merupakan kutipan dalam kutipan dan kutipan dari internet. Bagaimana cara menggunakannya?
5F5dg. Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu diketahui dan diperhatikan. Makalah yang merupakan salah satu jenis karangan ilmiah memiliki ciri atau karakter seperti berikut. Secara umum, ciri-ciri makalah terletak pada sifat keilmiahannya. Artinya sebagai karangan ilmiah, makalah memiliki sifat objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis. dan logis. Berdasarkan kriteria ini, balk tidaknya suatu makalah dapat diamati signifikansi masalah atau topik yang dibahas, kejelasan tujuan pembahasan. kelogisan pembahasan, dan kejelasan organisasi pembahasannya. Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dapat dibedakan menjadi tiga macam makalah deduktif, makalah induktif, dan makalah campuran. Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis pustaka yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan data emperis yang diperoleh dan lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Sedangkan makalah campuran merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data emperis yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama makalah deduktif merupakan makalah yang paling banyak digunakan. Dan segi jumlah halaman, dapat dibedakan makalah panjang dan makalah pendek. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dan 20 halaman. Bagian ini menyajikan ketentuan tentang penulisan makalah panjang, sedangkan ketentuan tentang makalah pendek sama dengan ketentuan artikel nonpenelitian dengan jumlah halaman maksimal 20 halaman. Isi dan Sistematika Secara garis besar makalah panjang terdiri atas tiga bagian bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Isi ketiga bagian tersebut dipaparkan sebagai berikut. Bagian Awal Halaman Sampul Daftar Isi Daftar Tabel dan Gambar jika ada Bagian Inti Pendahuluan Latar Belakang Penulisan Makalah Masalah atau topik Bahasan Tujuan Penulisan Teks Utama Penutup Bagian Akhir Daftar Rujukan Lampiran jika ada b. Penjelasan Isi Bagian Awal Halaman Sampul Hal-hal yang ada pada sampul adalah judul makalah, keperluan atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, dan tempat serta waktu penulisan makalah. Keperluan atau maksud penulisan makalah dapat berupa, misalnya, untuk memenuhi persyaratan memperoleh…. Tempat dan waktu yang dimaksud dapat berisi nama lembaga universitas, fakultas dan jurusan, nama kota, serta bulan dan tahun. Daftar Isi Daftar isi berfungsi memberikan panduan dan gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi, pembaca akan dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang membangun makalah. Selain itu, melalui daftar isi akan dapat diketahui sistematika penulisan makalah yang digunakan. Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan judul bagian makalah ditulis dengan huruf kecil kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf kapital, penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemutannya, dalam makalah. Penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan jarak antar bagian 2 spasi. Bagian Inti Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama pembahasan topik-topik, dan penutup. Ada tiga macam cara penulisan yang dapat digunakan dalam menulis makalah. Ketiga sistematika yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1Penulisan dengan menggunakan angka Romawi dan atau Arab. 2Penulisan dengan menggunakan makna yang dikombinasikan dengan abjad. 3Penulisan tanpa menggunakan angka atau abjad. Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi penjelasan tentang latar belakang penulisan makalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah. Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan dua cara berikut. 1 Setiap unsur dari bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian. Penulisan makalah dilakukan dengan menggunakan angka, maka dapat dijumpai juga subbagian seperti berikut 1. Pendahuluan Latar Belakang Masalah atau topik bahasan Tujuan Penulisan 2 Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian, sehingga tidak dijumpai subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai pergantian unsur misalnya, untuk membedakan antara paparan yang berisi latar belakang dengan masalah cukup dilakukan dengan pergantian paragraf. Latar Belakang Butir-butir yang senya ada dalam latar belakang masalah penulisan makalah adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. Hal-hal yang dimaksud berupa paparan teoretis ataupun paparan yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan masalah atau topik tersebut mernang perlu dibahas. Penulisan bagian latar belakang dapat dilakukan dengan berbagai cara. di antaranya 1 dimulai dengan sesuatu yang diketahui bersama pengetahuan umum atau teori yang relevan dengan masalah atau topik yang akan ditulis, selanjutnya diikuti dengan paparan yang menunjukkan bahwa tidak selalamnya hal tersebut terjadi; 2 dimulai dengan suatu pertanyaan retoris yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang akan dibahas dalarn makalah; 3 dimulai dengan sebuah kutipan dari orang terkenal, ungkapan atau slogan. selanjutnya dihubungkan atau ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah. Setelah bagian latar belakang dipaparkan selanjutnya diutarakan masalah atau topik bahasan beserta batasannya. Masalah atau topik bahasan yang dimaksud adalah apa yang akan dibahas dalam makalah. Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan pendeskripsian lebih lanjut, dan persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut. Masalah dalam penulisan makalah sering disinonimkan dengan topik meskipun kedua istilah ini tidak selalu memiliki pengertian yang sama. Masalah atau topik bahasan sebenarnya merupakan hal yang pertama kali ditetapkan dalam penulisan makalah. Artinya, kegiatan penulisan makalah diawali dengan penentuan masalah atau topik makalah, yang selanjutnya diikuti dengan garis besar isi makalah kerangka makalah, pengumpulan bahan penulisan makalah, dan penulisan draft makalah serta revisi draft makalah. Topik dapat ditentukan orang lain atau ditentukan sendiri. Lazimnya, topik makalah yang telah ditentukan bersifat sangat umurn, sehingga perlu dilakukan spesifikasi atau pembatasan topik. Pembatasan topik makalah seringkaii didasarkan pada kemenarikan dan signifikansinya, serta pertimbangan kemampuan dan kesempatan. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis makalah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. 1 Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis atau dari segi teoritis, dan layak untuk dibahas. 2 Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis. Dipilihnya topik yang menarik akan sangat membantu dalam proses penulisan makalah. Jika seseorang menulis makalah dengan topik yang tidak menarik, maka usaha yang dilakukan biasanya tidak serius 3 Topik yang dipilih haruslahlah dikuasai dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis. 4 Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan unruk diperoleh. Setelah topik dipilih, selanjutnya perlu dilakukan spesifikasi topik pembahasan topik agar tidak terlalu luas. Jika topik yang diangkat terlalu luas, maka pembahasan topik tidak dapat dilakukan secara mendalam dan tuntas. Pembatasan topik dapat dilakukan dengan cara seperti beruikut. 1 Letakkan topik pada posisi central dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat dirinci. 2 Daftarkan rincian-rincian topik itu dan pilihlah salah satu rincian topik tersebut untuk diangkat ke dalam makalah. 3 Ajukan pertanyaan apakah rincian topik yang telah dipilih dapat dirinci lagi. Topik sering disamakan dengan judul. Pada dasarnya topik tidak sama dengan judul. Topik merupakan merupakan masalah pokok yang dibicarakan atau dibahas dalam makalah, sedangkan judul merupakan label atau nama dari makalah yang ditulis. Dalam membuat judul makalah beberapa hal berikut perlu dipertimbangkan. 1 Judul mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat dalam makalah. 2 Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa, bukan dalam bentuk kalimat. Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda titik. 3 Judul makalah hendaknya singkat dan jelas. Sebaiknya, judul makalah berkisarantara 5 sampai 15 kata. 4 Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Namun judul makalah tetap mencerminkan isi makalah. Tujuan Penulisan Makalah Perumusan tujuan penulisan makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Perumusan tujuan penulisan makalah memiliki fungsi ganda bagi penulis makalah dan bagi pembaca makalah. Bagi penulis makalah, rumusan tujuan penulisan makalah dapat mengarahkan kegiatan yang dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah. khususnya dalam pengumpulan bahan penulisan. Bagi pembaca makalah, perumusan tujuan penulisan makalah memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah tersebut. Oleh karena itu, rumusan tujuan yang disusun lah dapat memberikan gambaran tentang cara menguraikan atau membahas topik yang telah ditentukan. Dengan demikian rumusan tujuan bisa berfungsi sebagai pembatasan ruang lingkup makalah tersebut. Rumusan tujuan ini dapat berupa kalimat kompleks atau dijabarkan dalam bentuk rinci. Teks Utama Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Jika dalam makalah dibahas tiga topik misalnya, maka ada tiga pembahasan dalam teks utama. Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. Kemampuan seseorang dalam menulis bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi rendaknya kualitas makalah yang disusun. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas, dengan menggunakan gaya penulisan ringkas, lancar dan langsung pada persoalan, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam penulisan teks utama hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar. Hindarilah kata seperti dan sebagainya, dan lain-lain yang lain itu apa, yang sebesar-besarnya seberapa besarnya. Penulisan bagian teks utama makalah sangat bervariasi, tergantung pada jenis topik yang dibahas. Kegiatan pokok penulisan teks utama adalah membahas topik berserta subtopik sesuai dengan tujuan penulisan makalah. Pembahasan topik beserta subtopiknya dilakukan dengan menata dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Beberapa teknik perangkaian bahan untuk membahas topik berserta subtopiknya dapat dikemukakan seperti berikut. 1 Mulailah dari ide/hal yang bersifat sederhana/khusus menuju hal yang bersifat kompleks/umum, atau, atau sebaliknya. 2 Gunakan teknik metafor, kiasan, perumpamaan, penganalogian, dan perbandingan. 3 Gunakan teknik diagram dan klasifikasi. 4 Gunakan teknik pembenan contoh Penulisan bagian teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan. Bahan penulisan dapat berupa bahan yang bersifat teoretis yang diperoleh dalam buku teks, laporan penelitian, jurnal, dan prosiding atau dapat juga dipadukan dengan bahan yang bersifat faktualempiris yang terdapat dalam kehidupan nyata. Penutup Bagian penutup berisi kesimpulan atau rangkuman pembahasan dan saransaran jika memang dipandang perlu. Bagian penutup menandakan berakhirnya penulisan makalah. Penulisan bagian penutup makalah dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut. 1 Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti dengan kesimpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan kesimpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan sendiri. 2 Menarik kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah. Selain itu, pada bagian penutup juga dapat disertakan saran atau rekomen-dasi sehubungan dengan masalah yang telah dibahas. Saran relevan dengan apa yang telah dibahas. Selain itu, saran yang dibuat eksplisit, kepada siapa saran ditujukan, dan tindakan atau hal apa yang disarankan. Isi Bagian Akhir Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran-lampiran jika ada Daftar Rujukan Bahan pustaka yang dimasukkan di dalam daftar rujukan sudah disebutkan dalam batang tubuh makalah. Daftar rujukan lengkap, mencakup semua bahan pustaka yang telah disebutkan di dalam batang tubuh makalah. Lampiran Bagian lampiran berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal-hal yang dimaksud dapat berupa data baik yang berupa angka-angka atau yang berupa deskripsi verbal dan yang dipandang sangat penting tetapi tidak dimasukkan dalam batang tubuh makalah. Bagian lampiran juga hendaknya diberi nomor halaman. BAB IV BAHASA DAN TATA TULIS A. Bahasa Skripsi/makalah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Penulisan dalam bahasa Indonesia menggunakan ragam ilmiah dengan karakteristik 1 penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan 2 penggunaan istilah baku, 3 penggunaan kata bermakna lugas, 4 konsisten dalam penggunaan kata dan istilah, 5 penggunaan unsur-unsur gramatikal subjek dan Predikat dalam kalimat, 6 penggunaan awalan me- dan ber-, secara eksplisit dan konsisten, 7 penggunaan kata tugas dan, dari, daripada, dll secara tepat, eksplisit dan konsisten, 8 paragraf memuat ide pokok secara utuh, 9 memiliki kepaduan makna dan struktur antarkalimat dan antar paragraf, serta 10 menghindari penggunaan bentuk pesona kita, saya, kami, dll. B. Tata Tulis 1. Kertas Skripsi/makalah diketik pada kertas berwarna putih, berukuran kuarto 21,5 cm x 28 cm, dengan berat 80 gram. Apabila di dalam naskah memerlukan kertas khusus seperti kertas milimeter untuk grafik, kertas kalkir untuk bagan atau peta dan sejenisnya, dapat digunakan kertas di luar ukuran yang ditentukan, yang dilipat sesuai dengan ukuran kertas naskah. 2. Pengetikan a. Menggunakan spasi ganda b. Tanda baca melekat pada kata depannya contoh oksigen, nitrogen, dan karbon. c. Jarak setelah tanda baca 1 Setelah tanda baca titik ., koma,, titik koma ;, titik dua satu ketukan, dengan kata terakhir didepannya. 2 Kurung buka dan kurung tutup … ditulis tanpa ketukan/jarak dengan kata/angka di dalamnya. 3 Garis miring / ditulis tanpa ketukan/jarak terhadap kata sebelum dan sesudahnya. d. Judul tabel dan gambar yang terdiri atas dua baris atau lebih, ditulis dengan jarak satu spasi. Penulisan judul menggunakan huruf biasa, dengan huruf capital setiap awal kata, kecuali kata tugas. e. Daftar pustaka 1 Jarak antarbaris dalam satu pustaka adalah satu spasi. 2 Jarak antarpustaka adalah dua spasi. 3. Batas Tepi Ketikan Batas tepi pengetikan ditentukan sebagai berikut. Tepi atas 4 cm Tepi bawah 3 cm Tepi kiri 4 cm Tepi kanan 3 cm 4. Pengetikan Alinea Baru Pengetikan batas alinea baru dimulai pada huruf keenam 10 mm dari batas kiri alinea. 5. Pengetikan Bab, Subbab, dan Anak Subbab a. Nomor bab dan judul bab diketik di tengah-tengah batas kanan dan kiri center. Nomor bab ditulis dengan angka romawi, judul bab ditulis dengan huruf kapital, serta ditebalkan bold. b. Pengetikan judul subbab dan nomor subbab dimulai dari tepi kiri. Huruf awal setiap kata dalam subbab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas dan, di, ke, dari, untuk, yang yang tidak ada pada awal judul. Penomoran subbab menggunakan huruf kapital A, B, C, dst., judul subbab ditebalkan bold. c. Pengetikan anak subbab dimulai dari tepi kiri. Huruf awal setiap kata dalam anak subbab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas dan, di, ke, dari, untuk, yang yang tidak ada pada awal judul. Penomoran subbab menggunakan angka arab 1, 2, 3, dst. 6. Huruf Huruf yang digunakan adalah Times New Roman font, 12 a. Penomoran 1 Penomoran Halaman Nomor halaman diletakkan d bagian atas kanan, dua spasi di atas baris pertama naskah. Nomor halaman ditulis dengan angka arab, dimulai dari bab pendahuluan sampai lampiran. Halaman-halaman sebelumnya halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dll menggunakan angka romawi kecil. 2 Penomoran Rumus-rumus Matematik Jika di dalam laporan penelitian terdapat beberapa rumus atau persamaan matematik, penomorannya menggunakan angka arab yang ditempatkan di tepi kanan, diantara dua tanda kurung. 3 Hierarki Penggunaan Nomor dan Huruf Urutannya I. PENDAHULUAN di tengah-tengah A. Aaaaa mulai dari kiri halaman 1. Bbbbb a. Ccccc 1 Ddddd a Eeeee 1 Fffff a Ggggg b. Huruf Miring dan Huruf Kapital Penggunaan huruf miring dan huruf kapital dalam bagian isi skripsi/makalah mengikuti aturan yang ditetapkan dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan. Penggunaan huruf miring dalam naskah skripsi/makalah untuk menuliskan kata atau kalimat dalam bahasa asing. Penggunaan huruf miring dan huruf kapital dalam penulisan daftar pustaka mengikuti aturan penulisan daftar pustaka dalam buku ini. c. Penyajian Tabel dan Gambar 1 Tabel a Tulisan “Tabel”, nomor tabel, dan judul tabel dicantumkan diatas tabel, ditengah-tengah tepi kanan dan kiri. b Judul tabel ditulis di bawah nomor tabel dengan jarak satu spasi. c Nomor tabel di dalam teks menggunakan angka arab, berurutan, dari bab pertama sampai bab terakhir. d Nomor tabel dalam lampiran menggunakan angka arab dimulai dengan nomor 1. e Setiap tabel disajikan tidak lebih dari satu halaman tidak terpotong. Tabel yang melebihi satu halaman diletakkan di lampiran. 2 Gambar Gambar meliputi foto, grafik, diagram, peta, bagan, skema, dan objek lain yang sejenis. Penyajiannya mengikuti ketentuan sebagai berikut. a Tulisan “Gambar’, nomor gambar, dan judul gambar diletakkan di bawah gambar, ditengah diantara tepi kiri dan kanan. b Judul gambar ditulis di bawah nomor gambar dengan jarak satu spasi. c Nomor gambar di dalam teks menggunakan angka arab, berurutan, dari bab pertama sampai bab terakhir d Nomor gambar dalam lampiran menggunakan angka arab dimulai dengan nomor 1. d. Kutipan 1 Cara Menulis Kutipan Lansung Kutipan langsung ditulis sama persis dengan yang tertulis di dalam sumber aslinya, baik mengenai bahasa maupun ejaan. Kutipan yang terdiri atas empat baris atau lebih diketik satu spasi, dimulai pada ketukan keenam dan tepi kiri dan tepi kanan, tanpa tanda petik ". Contoh Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sohilait 2012 2 menyatakan bahwa Sintesis metileugenil format dari metileugenol pada suhu 105 oC selama 19 jam dan pemurnian dilakukan dengan destilasi pengurangan tekanan pada tekanan 20 mmHg/147 oC diperoleh metileugenil format 62,69%. Kutipan yang panjangnya kurang dan empat baris dimasukkan ke dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik ". Contoh 1 Suhendro 1990121 menyimpulkan "ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar" Contoh 2 Kesimpulan dan penelitian tersebut adalah "ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar" Suhendro, 1990 121 Apabila dipandang perlu, beberapa kata sebelum bagian yang dikutip dapat dihilangkan dan diganti dengan tanda ellipses tiga titik berderet. Sumber kutipan langsung ditulis dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, nomor halaman. Nama penulis asing ditulis nama keluarga Bailey, 2006 12, dan untuk nama Indonesia disesuaikan dengan nama aslinya Sutrisno Hadi, 2005 113, kecuali yang menggunakan nama marga, penulisannya sama dengan nama penulis asing Dulanlebit, 2012 34 2 Cara Menulis Kutipan tidak Langsung Kutipan tidak langsung merupakan intisari dari tulisan yang disajikan dalam bahasa penulis. Kutipan tersebut ditulis dengan spasi rangkap sama seperti teksnya. Sumber kutipan tidak langsung ditulis sebagaimana kutipan langsung. e. Penulisan Nama Pengarang Sumber Acuan 1 Penulisan Nama Penulis dalam Bagian Inti Skripsi/Makalah Pada prinsipnya, untuk pengarang yang namanya terdiri atas lebih dari satu kata bagian, yang mengandung nama marga atau nama keluarga, penulisan namanya dalam bagian inti skripsi/makalah dilakukan dengan hanya menuliskan nama marganya saja. a Nama pengarang asing bukan orang Indonesia dan bukan orang ber-"nama Cina", pada umumnya bagian terakhir dari namanya merupakan nama marga. Penulisan namanya di dalam bagian inti skripsi/makalah hanya nama terakhirnya saja. b "Nama Cina" biasanya dimulai
PENULISAN KUTIPAN kutipan adalah semua kalimat dan atau paragraf yang bukan berasal dari ide/tulisan Anda. Biasanya seorang penulis atau pengarang mengambil tulisan orang lain untuk menjadi bagian dalam tulisannya. Berdasarkan cara mengutipnya, kutipan dibedakan menjadi 2 jenis Universitas Kristen Petra, 2008 yaitu 1. Kutipan tidak langsung ď‚® yaitu penulis mengambil ide orang lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Hal ini berarti penulis tidak menulis sama persis dengan kalimat asli yang dikutip. Penulis merangkai dan merangkum kalimat berdasarkan artikel atau sumber lain. 2. Kutipan langsung ď‚® yaitu menulis ulang ide orang lain sesuai dengan aslinya. Hal ini berarti penulis langsung menggunakan teknik copy lalu paste tanpa mengubah kalimat dua jenis kutipan langsung, yaitu kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek. Kedua kutipan ini berbeda cara menuliskan dan syaratnya. a. Kutipan langsung pendek Syarat i. APA StyleAmerican Psychological Association Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 40 kata. ii. ii. MLA Style Modern Language Asociation Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 4 baris Cara menuliskan Kutipan langsung pendek dituliskan menjadi satu dalam paragraf karya tulis Anda, tambahkan tanda petik pada kutipan sehingga tanda petik ini menjadi pemisah antara kalimat Anda dengan kalimat kutipan. Sumber kutipan ditulis sedekat mungkin dengan kalimat kutipan. Dapat digambarkan sebagai berikutb. Kutipan langsung panjang Jenis kutipan ini dikenal juga dengan istilah block quote. Syarat i. APA StyleAmerican Psychological Association Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 40 kata. ii. MLA Style Modern Language Asociation Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 4 baris Cara menuliskan Di setiap karya tulis ilmiah pasti ada bagian yang diambil dari ide, argumen, analisa, dan atau hasil penelitian orang lain. Bagian inilah yang dinamakan kutipan. Peran
Pengertian dan Ciri-ciri Kutipan Langsung dan Tidak Langsung – Sebuah kutipan biasanya memiliki definisi sebagai pinjaman kalimat atau pendapat dari para pengarang, para ahli, para pakar, atau seseorang yang sudah dikenal ahli dan memiliki pengaruh dalam bidang tertentu. Untuk mendapatkan kutipan tersebut, beberapa orang dapat menemukannya di dalam buku, koran, surat kabar, majalah, dan media di era digital seperti sekarang yakni sosial media. Kutipan sendiri dapat digunakan untuk menambah dan memperkuat kebenaran dari sebuah teori. Dalam beberapa hal, penulis biasanya menggunakan kutipan untuk menjadi bukti tentang keakuratan pendapat yang karena itu, dalam menggunakan kutipan, seseorang diharuskan untuk menyertakan sumber kutipan. Dalam beberapa kasus, seseorang yang memakai kutipan tanpa menyertakan sumber, maka akan terhitung sebagai penjiplak atau biasa disebut dengan plagiat. Nah, sampai sekarang, masih banyak kesalahan pada saat membuat kutipan dalam buku ajar, karya ilmiah, hingga internet. Artikel ini akan menjelaskan tentang bagaimana pengertian dari kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Tidak hanya itu, dalam artikel ini juga berisi tentang cara mengutip dengan baik dan benar, dari kalimat langsung hingga kalimat tidak langsung. A. Pengertian KutipanB. Fungsi Kutipan1. Menunjang Fakta2. Memberikan Penjelasan TambahanC. Kutipan Langsung Dan Tidak Langsung1. Pengertian Kutipan Kutipan Langsung Panjangb. Kutipan Langsung Pendek2. Kutipan tidak Ciri – Ciri Kutipan Langsung dan Tidak Langsung1. Kutipan Kutipan Tidak Prinsip Membuat Kutipan Langsung dan Tidak LangsungF. Cara Membuat Kutipan Langsung dan Tidak Langsung1. Buku2. Penerbitan pemerintah, lembaga, organisasi atau badan-badan yang Surat kabar4. Artikel dalam jurnal5. Terjemahan6. MajalahH. Manfaat KutipanG. Contoh Kutipan Langsung dan Tidak Langsung1. Contoh Kutipan Langsung2. Contoh Kutipan Tidak LangsungRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Dari wikipedia Indonesia, kutipan dapat dipahami sebagai suatu pengulangan satu ekspresi yang satu menjadi ekspresi yang lain, terlebih lagi pada saat ekspresi yang dikutip tersebut merupakan kutipan yang terkenal atau secara umum dapat dihubungkan dengan sumber yang asli, maka dapat ditandai dengan diselingi tanda kutip. Sedangkan, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kutipan sendiri memiliki pengertian sebagai pengambilan satu atau lebih yang berasal dari tulisan lain dengan tujuan untuk mengilustrasikan atau memperkuat pendapat dari tulisan yang sendiri atau asli. Dalam membuat tulisan untuk buku atau karya ilmiah, aspek keaslian atau orisinalitas menjadi hal yang paling penting dan utama. Pasalnya, buku atau karya ilmiah merupakan media untuk menyalurkan ide oleh seseorang. Aspek keaslian suatu hasil pemikiran ini yang membuat penjiplakan atau plagiarisme menjadi hal yang terlarang. Maka dari itu, bagi penulis yang ingin mencantumkan pendapat yang berasal dari tulisan orang lain pada karyanya, cara yang paling umum dilakukan adalah dengan membuat kutipan yang berisi teori yang dibuat oleh penulis lain. Baik dengan kutipan tidak langsung maupun kutipan secara langsung. B. Fungsi Kutipan Secara umum, kutipan dapat memiliki dua fungsi yang paling umum dilakukan dalam membuat karya tulis. Berikut ini adalah dua fungsi kutipan yang perlu diperhatikan, yaitu 1. Menunjang Fakta Kutipan dapat digunakan untuk menunjang fakta, konsep, gagasan, ide, atau bisa juga dimanfaatkan dalam menyampaikan informasi mengenai sumber data dan berbagai hal yang relevan. Kutipan yang digunakan untuk menunjang fakta biasanya disebut dengan catatan acuan. 2. Memberikan Penjelasan Tambahan Kutipan bisa juga digunakan untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai suatu permasalahan atau pembahasan yang sedang ditulis. Hal ini biasanya dipakai untuk menjelaskan definisi istilah agar menjadi lebih akurat. Fungsi kutipan ini sendiri biasa disebut dengan catatan kaki. C. Kutipan Langsung Dan Tidak Langsung Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada dua cara yang paling umum digunakan penulis dalam membuat sebuah kutipan dalam karyanya, yakni kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Berikut ini adalah penjelasan tentang kedua jenis kutipan, diantaranya yaitu 1. Pengertian Kutipan langsung. Kutipan langsung dapat didefinisikan sebagai cara mengutip kalimat tanpa melakukan perubahan terhadap bentuk asli dari sumbernya. Sederhanya, kutipan langsung biasa memiliki bentuk yang sama persis dengan bentuk aslinya. jadi disini yaitu sesuai atau persis dengan aslinya. Kutipan langsung sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu a. Kutipan Langsung Panjang Kutipan langsung panjang atau biasa disebut dengan Blockquote adalah jenis kutipan yang paling sering digunakan dalam berbagai karya ilmiah. Beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam menulis kutipan langsung panjang, sebagai berikut – American Psychological Association atau biasa disingkat dengan APA Style menyatakan bahwa kutipan langsung panjang harus melebihi 40 kata. – Modern Language Association atau dapat disingkat menjadi MLA Style memberikan syarat bahwa kutipan langsung panjang harus melebihi 4 baris. – Apabila seorang penulis membuat kutipan dari sumber bacaan hingga lebih dari 4 baris, maka kalimat yang telah dibuat kutipan dapat diketik pada baris atau paragraf berikutnya Berdasarkan syarat di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri kutipan langsung panjang, yaitu – Teks memakai spasi atau jarak pada antar baris lebih dipisahkan dari teks – Teks dapat diberikan jarak yang rapat antara baris pada kutipan. – Teks dapat diapit dengan menggunakan tanda kutip, tetapi boleh juga tidak diapit tanda kutip. b. Kutipan Langsung Pendek Kutipan langsung pendek dapat dipahami sebagai kalimat yang dikutip dari sumber bacaan dengan jumlah tidak lebih dari 4 baris. Pada kutipan langsung pendek, kata yang dimasukkan dalam kutipan menjadi bagian atau kelanjutan tubuh dari tulisan penulis. Berbeda dengan kalimat langsung panjang yang harus menjadi paragraf baru, pada kutipan langsung pendek tidak perlu menjadi paragraf baru, cukup dengan disertai dengan tanda koma dua di bagian atas sebelum dan sesudah kalimat. Sementara itu, sumber kutipan dapat diketik dekat dengan kalimat yang dikutip tersebut. Beberapa ciri-ciri dari kutipan langsung pendek, sebagai berikut – Terkendali langsung dengan teks – Jarak antara baris sama dengan teks – Diapit dengan tanda 2 koma atau kutip – Kutipan tidak melebihi empat baris 2. Kutipan tidak langsung. Berbeda dengan kutipan langsung, kutipan tidak langsung dapat dipahami sebagai jenis kutipan yang menggunakan kalimat kembali dengan cara meringkas kalimat atau melakukan pengubahan secara bahasa dari sumber aslinya, tetapi tidak mengubah makna asli dari kutipan yang asli. D. Ciri – Ciri Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Dalam suatu kutipan yang biasa digunakan pada karya ilmiah, ada beberapa ciri-ciri kutipan langsung dan kutipan tidak langsung berdasarkan jenisnya. Nah, berikut ini adalah penjelasan dari ciri-ciri kutipan langsung dan tidak langsung yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu 1. Kutipan Langsung. a. Tidak mengalami suatu perubahan kalimat dari sumber asal. b. Jika pada kalimat tersebut ada bagian yang dihilangkan maka digunakan tanda titik tiga berspasi […] c. Apabila terdapat kesalahan pada kalimat sumber, maka digunakan simbol [sic!]. Misalnya…. Hal itu mempunyai makna atau [sic!] yang tidak jelas. d. Menggunakan syarat sistem APA, MLA, ataupun lainnya untuk menambahkan sumber kutipan. 2. Kutipan Tidak Langsung. a. Mengalami suatu perubahan yang jelas pada kalimat teks yang dikutip b. Ide pikiran atau pendapat yang dikutip tidak mengalami perubahan c. Dijabarkan sesuai pemahaman penulis terhadap teori atau kalimat yang ingin dikutip d. Tidak ada nomor kutipan tanpa tanda petik dua di akhir kalimat E. Prinsip Membuat Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Sudah menjadi hal umum, pada saat seorang penulis ingin membuat karya ilmiah, maka perlu membuat kutipan yang berasal dari karya orang lain. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa prinsip membuat kutipan yang perlu dipahami, baik secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya yaitu 1. Pada saat membuat kutipan dari sebuah karya atau tulisan yang memiliki salah ejaan dari sumbernya, maka hal yang dapat dilakukan adalah dengan membiarkan kutipan seperti bentuk aslinya atau apa adanya. Sebagai seorang yang melakukan pengutipan tidak diperbolehkan untuk mengubah kata ataupun kalimat yang mengalami salah ejaan dari sumber aslinya. 2. Pada saat membuat kutipan, seseorang diperbolehkan untuk menghilangkan beberapa bagian kutipan dari sumber aslinya. Hal ini dengan catatan bahwa pengubahan bagian tidak menjadikan kutipan memiliki makna atau arti yang berbeda dari sumbernya. Nah, berikut ini adalah beberapa tips bagi Kamu agar lebih mudah pada saat melakukan pengutipan, yaitu – Melakukan penghapusan pada bagian kutipan yang kurang dari satu paragraf. Bagian yang dihapus sebaiknya diganti dengan tiga titik berspasi. – Melakukan penghapusan pada bagian kutipan yang kurang dari satu paragraf. Bagian yang dihapus dapat diganti dengan menggunakan tiga titik berspasi sepanjang garis, baik dari margin kiri hingga margin kanan. F. Cara Membuat Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Sebelum lanjut pada bagian contoh kutipan langsung dan tidak langsung, pada bagian ini Kamu akan dijelaskan tentang cara membuat kutipan langsung dan tidak langsung. Pada dasarnya mengutip tidak hanya dilakukan pada buku, Kamu juga bisa mengutip dari berbagai tulisan, seperti majalah, surat kabar, artikel atau jurnal, terjemahan, dan lain sebagainya. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Kamu praktekkan dalam membuat kutipan, diantaranya yaitu 1. Buku Cara penulisan kutipan yang pertama adalah dari buku, cara ini merupakan cara yang paling sering digunakan. a. Apabila buku memiliki satu sampai tiga pengarang, maka nama penulis dapat ditulis sesuai dengan nama pengarang pada buku dan diikuti koma. Namun, apabila buku memiliki pengarang lebih dari tiga, maka nama pengarang yang pertama dapat dilanjutkan dengan singkatan dkk atau dan kawan-kawan. b. Judul buku ditulis miring c. Judul buku yang dilengkapi informasi, seperti sub jadul, jilid, edisi, tidak wajib disisipi koma atau titik. d. Informasi tentang penerbitan dapat menggunakan tanda kurung, meliputi nama kota yang disertai titik dua, nama penerbit yang disertai tanda koma dan tahun. Setelah kurung tutup, dapat dilanjutkan dengan memberi tanda koma. e. Informasi tentang buku dapat diikuti kata halaman atau bisa disingkat dengan hlm’ atau h’ sekaligus dapat disertai nomor halaman angka arab dan diakhiri dengan titik. 2. Penerbitan pemerintah, lembaga, organisasi atau badan-badan yang terkemuka. Cara penulisan kutipan yang kedua adalah dari penerbitan lembaga atau organisasi, urutan penulisan dapat digunakan, yaitu a. Nama lembaga b. Judul penerbitan yang dikasih garis bawah c. Data terkait penerbitan, meliputi tanggal, bulan, serta tahun yang diapit tanda kurung d. Nomor halaman atau bisa disingkat dengan hlm.’ atau h’ 3. Surat kabar Cara penulisan kutipan yang ketiga yaitu surat kabar, berikut ini adalah urutan penulisan kutipan dari surat kabar, diantaranya yaitu a. Jenis tulisan atau nama pengarang jika ada b. Judul berita atau karangan c. Nama surat kabar d. Data tentang penerbitan e. bagian opsional seperti, nomor halaman, kolom. 4. Artikel dalam jurnal Cara mengutip yang keempat adalah melalui artikel atau jurnal, cara penulisannya, sebagai berikut a. Nama pengarang b. judul artikel yang dilengkapi tanda petik c. Nama jurnal yang ditulis miring d. Nomor volume, meliputi nomor halaman, tempat, bulan dan tahun penerbitan serta nomor halaman. 5. Terjemahan Cara penulisan kutipan dari terjemahan, yaitu a. Nama asli penulis b. Judul asli buku atau judul terjemahan c. Penerjemah yang dapat disingkat menjadi terj.’, d. Nama kota ; penerbit, tahun, e. Nomor halaman. 6. Majalah Cara penulisan kutipan dari majalah, yaitu a. Nama pengarang, b. Judul artikel yang diapit tanda petik, c. Nama majalah yang dicetak miring koma diletakkan sebelum tanda petik terakhir d. Nomor dan tanggal penerbitan e. Nomor halaman. H. Manfaat Kutipan Setelah mengetahui cara membuat kutipan langsung dan tidak langsung, pada bagian ini akan dijelaskan tentang manfaat dari membuat kutipan, diantaranya yaitu a. Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi. b. Menunjukkan kecermatan dan keakuratan yang lebih baik. c. Memudahkan dalam melakukan penilaian penggunaan sumber data. d. Memudahkan dalam membedakan data pustaka dan ketergantungan tambahan. e. Meminimalisasi pengulangan penulisan data pustaka. f. Meningkatkan keindahan dalam tulisan. g. Memudahkan peninjauan kembali terkait menggunakan referensi dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka. G. Contoh Kutipan Langsung dan Tidak Langsung 1. Contoh Kutipan Langsung a. Dalam artikel Stranger Next Door? Indonesian and Australia in the Asian Century, Lindsey mengatakan bahwa konflik yang terjadi antar Indonesia dan Australia juga ketidaktahuan masyarakat Indonesia dan Australia mengenai satu sama lain membuat hubungan antar kedua negara menjadi semakin buruk. b. Diplomasi publik dilakukan oleh berbagai macam negara sebagai cara bagi negara untuk berhubungan dengan aktor individu, sehingga terbuat komunikasi secara government to people Snow, 20096. c. Menurut Sukawarsini Djelantik, tujuan dari diplomasi adalah untuk mencapai kepentingan nasional negara, sehingga diplomat akan saling tukar menukar informasi secara terus menerus dengan negara lain atau rakyat di negara lain Djelantik, 2012 14. d. Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara Keraf, 1983 3. e. Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi 19833, argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. 2. Contoh Kutipan Tidak Langsung a. Diplomasi publik dapat memperbaiki hubungan antarnegara dalam situasi konflik apabila dilakukan dengan jangka waktu yang panjang dan berfokus kepada individu di negara b. 1John H. Brown “American Public Diplomacy in the Cold War”. Georgetown Journal of International Affairs. Vol,6 No, 1. Winter 2005. 129. c. Menurut Nicholas J. Cull, ada lima komponen penting untuk pembuatan diplomasi publik, salah satunya adalah diplomasi budaya atau upaya untuk membuat sumber daya budaya dan prestasi negara semakin dikenal di luar negeri2 d. 2Nicholas J. Cull. Public Diplomacy Lessons from the Past. Los Angeles Figueroa Press 2009. 18. e. Seperti yang dijabarkan oleh Gorys Keraf 19833 bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan dengan tujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar percaya akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. f. Banyak definisi mengenai arti cinta menurut beberapa ahli. Menurut Subroto 200816 mendefinisikan cinta merupakan suatu kehidupan. Menurutnya kehidupan terbentuk dimulai dengan bercinta. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
kutipan makalah tersebut merupakan bagian